Dalam Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals), disepakati 69 persen penduduk Indonesia harus memperoleh air minum yang layak dan 62 persen penduduk Indonesia mendapatkan akses sanitasi yang layak, pada tahun 2015

Sejak tahun 2011 kerjasama telah berlangsung di antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia dalam perwujudan Program Hibah air limbah (sanitasi), IEG (sAIIG), pengelolaan air limbah komunal dan kota, untuk mendapatkan akses sanitasi yang layak, dan direncanakan akan selesai pada tahun 2015.

Dalam program dana hibah infrastruktur sanitasi (sAIIG) Australia menyediakan dana dengan skema Program Berbasis Hasil. Program ini difokuskan pada pembuangan air limbah skala kecil dan tempat pembuangan sampah sementara.

Hal penting dalam program Berbasis Hasil ini adalah: persyaratan yang mengharuskan Pemda bertanggung jawab terlebih dahulu untuk menginvestasikan pembangunan saluran pembuangan limbah baru dan mengoperasikan infrastruktur tersebut melalui dinas yang menangani pembuangan limbah.

Tentang Sanitation Awareness Day

Hari Kesadaran Sanitasi, adalah kegiatan sosialisasi tentang infrastruktur sanitasi, kepada masyarakat khususnya generasi muda.

Hal ini diharapkan agar di masa depan, generasi penerus bangsa akan hidup lebih baik dengan memelihara kesehatan dan pemahaman infrastruktur pengolahan sanitasi yang baik sejak dini.

Kegiatan ini dilaksanakan di delapan (8) kota di Indonesia: Cimahi, Gresik, Yogyakarta, Surakarta, Makassar, Tebing Tinggi, Banjarmasin, Palembang.

Bentuk kegiatan Hari Kesadaran Sanitasi ini adalah: Pengetahuan tambahan tentang sanitasi bagi di SMP-SMP, Lomba Menyanyi Jingle Sanitasi, Lomba Menulis Esai tentang sanitasi untuk pelajar SMP, serta Lomba Liputan Jurnalistik tentang infrastruktur sanitasi di Indonesia.